Sepeninggal kakeknya, Rasulallah di asuh oleh pamannya
Abu Thalib, diusia 12 tahun Rasulallah telah diajak berdagang ke negeri Syam. Ketika
melewati pendeta Bahirah (ahli kitab [ ... ]
"Maka berkat rahmat Allah engkau berlaku lemah lembut. Sekiranya engkau berkeras hati, tentulah mereka menjauhkan diri darimu. Maka maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, ...................." (QS. Ali-Imran : 159)
Kelembutan hati adalah daya pikat, untuk setiap orang senang berada bersamanya. Kelembutan hati adalah keutamaan dalam berbagai interaksi dengan siapapun dan dalam kondisi apapun.
"Segala perbuatan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan dari apa yang diniatkannya........" (Muttafaq 'alaih).
Begitu pentingnya meluruskan niat dalam melakukan perbuatan, sesungguhnya itulah cara Allah unutk menyelamatkan hambaNya dari rasa sedih dan kecewa, karena manusia tidak memiliki kemampuan untuk membalas kebaikan, kecuali apa yang Allah tentukan.
Aisyah ra. berkata, “Ada seseorang yang berkata kepada
Nabi SAW, ‘Ibuku meninggal secara mendadak dan aku tahu seandainya ia bisa berbicara
tentu akan bershadaqah, maka apakah ia mendapat pahala bila aku bershadaqah
untuknya?’ Beliau menjawab, ‘Ya’” (Muttafaq ‘alaih)
Barang siapa yang berbakti kepada orang tuanya, maka kelak ia akan memiliki anak yang berbakti kepadanya.
“Sungguh, akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” (QS. Al-Baqarah : 155)
Allah sangat mudah untuk menjadikan seluruh penduduk bumi ini sejahtera, perbedaan pada kondisi yang Allah berikan, sesungguhnya hanya untuk menguji nilai hidup bagi hambaNya, apakah dalam perbedaan itu ia dapat mewujudkan nilai Taqwa.
Salah satu sahabat Rasulallah yang telah dijamin syurga untuknya sa'at ia masih hidup adalah Abu Bakar Ash-shiddiq. Beliau hidup dibumi Allah hingga usia 63 tahun, hingga wafatnyapun dimakamkan disa [ ... ]