Sepeninggal kakeknya, Rasulallah di asuh oleh pamannya
Abu Thalib, diusia 12 tahun Rasulallah telah diajak berdagang ke negeri Syam. Ketika
melewati pendeta Bahirah (ahli kitab [ ... ]
“Inilah Al-Qur’an yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau
dapat mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya dengan seizin Allah
.....” (QS. Ibrahim : 1)
Allah memberi kepada kita berbagai kondisi kehidupan, berbagai problema dan tantangan, tapi juga menyediakan sarana solusi penyelesaian. Dan Al-Qur'an diturunkan untuk menjawab seluruh persoalan. Kemuliaan dan keagungan Al-Qur'an hanya dapat diraih bagi yang sungguh-sungguh menginginkan.
"Hendaklah kamu menjadi orang-orang Rabbani (orang yang faqih dan bertaqwa), karena kamu selalu mengajarkan Al kitab ( Al-Qur'an ) dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya." (QS.Ali imran : 79).
Mempelajari Al-Qur'an dapat dilakukan dengan membaca, jika disertakan dengan mendengar, kita akan lebih terpahamkan. Andai lisan dan sikap kita pun ikut berperan dalam mengajarkan Al-Qur'an, maka kedudukan Al-Qur'an akan semakin kuat dalam menyelamatkan kehidupan kita.
Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang keluar rumah untuk menuntut ilmu maka ia seperti berada di jalan Allah, sampai kembalinya".
Keluar rumah dengan niat untuk meraih ilmu, disejajarkan dengan jihad fisabilillah, ini adalah penghargaan Islam yang begitu tinggi pada ilmu pengetahuan.
"Sebenarnya Al-Qur'an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Tidak ada yang mengingkari ayat-ayat kami kecuali orang-orang yang zalim". (QS. Al-Ankabut : 49)
Kemampuan kita menangkap hikmah yang tersebar disepanjang wkt kehidupan kita, sangat tergantung dari tingkat interaksi kita dengan Al-Qur'an.
Salah satu sahabat Rasulallah yang telah dijamin syurga untuknya sa'at ia masih hidup adalah Abu Bakar Ash-shiddiq. Beliau hidup dibumi Allah hingga usia 63 tahun, hingga wafatnyapun dimakamkan disa [ ... ]